Skip to content
Picture1

PROFIL SMPN 1 KUTOREJO

  • Karakteristik, Sejarah, kondisi sosial masyarakat
  • Kemitraan sekolah
  • Potensi, pengembangan, harapan
  1. Karakteristik sekolah

SMPN 1 Kutorejo terletak di Jalan Mayjend. H. Soemadi No. 11 Desa Kutorejo Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Desa Kutorejo merupakan desa tempat pemerintah ibukota Kecamatan Kutorejo, sehingga desa ini menjadi pusat segala kegiatan administrasi pemerintahan. Letak SMPN 1 Kutorejo yang berada di tengah ibukota kecamatan, maka satuan pendidikan ini keberadaannya sangat strategis untuk melaksanakan berbagai kegiatan termasuk pendidikan.

Sekolah ini didirikan pada tahun 1978 oleh pejuang nasional yakni Mayjen H. Soemadi. Beliau mulai dikenal ketika terjadi restrukturisasi TNI pada tahun 1948. Setelah purnawirawan, beliau mencurahkan perhatiannya pada wilayah kutorejo ditandai dengan berdirinya SMPN 1 Kutorejo pada tahun 1978 yang juga dipimpin oleh beliau selaku kepala sekolah pertama.  

SMPN 1 Kutorejo menempati area seluas 9.715 m2 dengan luas bangunan 2.228 m2. Kondisi luasnya area ini memungkinkan SMPN 1 Kutorejo mempunyai ruang terbuka yang cukup.  Di depan kantor sekolah terdapat taman yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menampilkan wajah sekolah yang indah. Demikian juga sebagian besar di depan setiap ruang belajar terdapat taman yang dikelola secara mandiri oleh masing-masing kelas. Keberadaan taman-taman ini dapat membantu untuk menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman. 

Masyarakat Desa Kutorejo dan sekitarnya mayoritas beragama Islam, di samping agama-agama lain seperti Kristen, Protestan, Hindu, Budha, Konghuchu dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keadaan ini menciptakan kondisi desa yang toleran dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa agamis khususnya Islam. Masyarakat sering berkegiatan yang bernuansa Islami; misalnya kegiatan rutinan mengkaji keislaman, rutinan membaca tahlil, seni banjari, dan lain-lain. Bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat adalah bahasa Jawa Timuran disamping bahasa daerah lain seperti Madura yang diujarkan oleh masyarakat pendatang dari Madura. Bahasa Indonesia juga digunakan oleh sebagian kecil warga terutama oleh generasi mudanya.

Kesenian juga berkembang di wilayah Kutorejo salah satunya adalah Seni Banjari. Kesenian bernuansa Islam ini diajarkan di lembaga formal seperti SD/MI, SMP dan lembaga non formal seperti Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA). Untuk lembaga formal kegiatan ini dikemas dalam salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Sebagai satuan pendidikan yang berada di kota kecamatan dan input peserta  didiknya mayoritas dari dalam kota kecamatan, serta kondisi kota kecamatan yang tidak begitu luas dengan tidak memiliki sumber daya alam yang luas pula, maka profil pelajar yang dihasilkan adalah pelajar yang memiliki potensi mengkreasi ide dan keterampilan untuk mewujudkan daerahnya mempunyai produk unggulan khas. Kekhasan produk yang dikembangkan di desa Kutorejo adalah produk krupuk ikan tengiri, pembuatan batu bata, dan kerajinan pigora. Dalam usaha meningkatkan potensi tersebut, satuan pendidikan mengadakan kerjasama dengan dunia usaha dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar.

  1. Kemitraan Sekolah

      Dalam menjalankan tugas dan fungsinya sekolah tidak bekerja sendiri namun menjalin kemitraan baik dengan masyarakat maupun instansi terkait.  Kemitraan dengan masyarakat yaitu dengan terbentuknya komite sekolah.  Unsur yang terdapat di dalam organisasi komite sekolah meliputi  tokoh masyarakat, tokoh pendidikan,  perwakilan orang tua peserta didik, serta tokoh masyarakat yang bergerak dalam dunia usaha. Adapun kemitraan dengan instansi lain meliputi kepolisian sektor Kutorejo, Komando Rayon Militer Kutorejo, Puskesmas Kutorejo, Pemerintah Kecamatan dan Desa Kutorejo, SD/MI dan SMP di sekitar satuan pendidikan.

  1. Potensi Sekolah

Kondisi letak geografis dan karakteristik masyarakat Kutorejo menjadikan SMPN 1 Kutorejo yang berada di wilayah Kutorejo memiliki potensi kekuatan baik dari peserta didik, kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana sekolah, serta dukungan dan kerja sama dari orang tua dan mitra sekolah.

Dalam upaya membangkitkan motivasi dan semangat belajar dan kebersamaan serta menumbuhkan jiwa kompetitif dan berdaya saing SMPN 1 Kutorejo mempunyai slogan yang selalu didengungkan, yaitu “SPENSAKU, SEKOLAH IDOLA PARA JUARA”

Untuk memberikan layanan kebutuhan dan tuntunan masa depan peserta didik agar menjadi insan yang memiliki kemampuan daya saing di era global dengan tetap menjunjung tinggi nilai luhur bangsa yang tersirat yang tersirat di dalam sila-sila Pancasila serta mengembangkan cinta budaya daerah dan bangsa maka SMPN 1 Kutorejo melaksanakan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan budaya lokal setempat.

Pembelajaran di SMPN 1 Kutorejo berdasar pada suatu gagasan yaitu pembelajaran yang tetap berakar pada budaya bangsa yang implementasinya  terintegrasi dengan Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Hal tersebut bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berbudaya lingkungan, dan berkebhinekaan global, mandiri, dan saling kerjasama atau gotong royong.